Manager PLN Bengkalis, Asaqalani Aulia Rahman, menyatakan program ini merupakan wujud kepedulian pegawai PLN yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezeki mereka melalui infak dan zakat. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik.

“Program LUTD ini hadir sebagai bentuk nyata komitmen PLN dalam memberikan akses listrik kepada warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ujar Asaqalani di Bengkalis.

Salah satu penerima bantuan adalah Ibrahim (42), warga Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, yang selama ini tidak pernah menikmati penerangan layak di rumahnya. Dengan adanya bantuan ini, kini rumah Ibrahim sudah dapat menikmati listrik seperti masyarakat lainnya.

Ibrahim mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada PLN Bengkalis. Menurutnya, program ini telah membawa perubahan besar bagi kehidupannya dan keluarga.

“Selama ini kami hanya menggunakan lampu seadanya. Sekarang rumah kami terang benderang, anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” kata Ibrahim penuh haru.

Program LUTD di Bengkalis tahun ini telah terealisasi sebanyak 12 rumah tangga penerima manfaat. Bantuan diberikan melalui proses verifikasi agar tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Selain LUTD, pemerintah juga memiliki program Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) Bekerja sama dengan PLN yang diatur dalam Permen ESDM No. 3 Tahun 2022. Program ini menyasar keluarga tidak mampu yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) melalui kolaborasi dengan PLN.

Kombinasi kedua program ini diharapkan dapat mempercepat rasio elektrifikasi di Kabupaten Bengkalis serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Manager PLN Bengkalis menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya memperluas jangkauan bantuan di wilayah kerja mereka. Setiap pegawai PLN juga didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial semacam ini.

“Semoga ke depan semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat listrik dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Asaqalani.

PLN Bengkalis mengajak masyarakat untuk mendukung program sosial ini dengan memberikan informasi warga yang benar-benar membutuhkan listrik. Dengan demikian, bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Program LUTD membuktikan bahwa kehadiran listrik tidak hanya sekadar menerangi rumah, tetapi juga menjadi cahaya harapan baru bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.